Makalah ABK Lia Habibah
Nama : Lia Habibah
Nim : 209220055
KEISTIMEWAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM ISLAM PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL (PPI)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak berkebutuhan khusus adalah anak istimewa titipan dari Allah yang diberikan kepada orangtua pilihan yang harus dijaga dan dirawat dengan penuh kasih sayang. menjadi penyandang disabilitas pun bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa. Banyak individu yang meskipun menjadi penyandang cacat bisa menjadi penerang hidup bagi teman-teman berkebutuhan khusus lainnya. Secara kodrati semuamanusia mempunyai berbagai macamkebutuhan, tak terkecuali anak berkebutuhan khusus.(Laila Nisfi Mubarokah,2022).
Istilah kata berkebutuhan khusus secara eksplisit ditujukan untuk anak yang dianggap mempunyai kelainan/penyimpangan dari kondisi rata-rata anak normal umumnya, dalam hal fisik, mental maupun karakteristik perilaku sosialnya. Dalam ilmu psikologi ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Dan dalam Islam ada prinsipprinsip yang harus kita diperhatikan dalam mendidik mereka agar tercapai tujuan dari pendidikan agama Islam itu sendiri yakni membimbing menjadi muslim sejati, beriman teguh, berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat, agama, dan negara.(Nor Ainah, S. Th.I dan Rara FR, S.Pd,2017).
B. Rumusa Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di bawah di atas, maka rumusan masalah yang diangkat pada makalah ini adalah:
1. Apa itu anak berkebutuhan khusus?
2. Bagaimana keterbatasan pada anak berkebutuhan khusus?
3. Apa pengertian dari program pembelajaran individual (PPI)?
4. Apa saja struktur program pembelajaran individual (PPI)?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu anak berkebutuhan khusus.
2. Untuk mengetahui keterbatasan pada anak berkebutuhan khusus.
3. Untuk mengetahui pengertian dari program pembelajaran individual (PPI)
4. Untuk mengetahui apa saja struktur program pembelajaran individual (PPI)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Keistimewaan Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Islam Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki keterbatasan fisik yang berbeda dengan anak anak seumurnya, mereka memiliki keterbatasan pada fisik, mental, intelektual, emosional, maupun sosial. Anak berkebutuhan khusus bukanlah aib atau produk gagal, mereka adalah anak istimewa, mereka merupakan titipan Allah yang diberikan kepada orangtua pilihan yang harus dijaga dan dirawat dengan penuh kasih sayang. Jenis jenis ABK sendiri memang beragam, seperti Tunanetra, Tuna rungu, Tunalaras, Tunadaksa, Tunagrahita, Anak Berbakat, Autis, dan Anak Hiperaktif. Faktor penyebab anak yang memiliki kebutuhan khusus juga bermacam-macam, bisa karena gangguan genetika, infeksi kehamilan, kurang gizi dll. Namun yang harus selalu kita ingat bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dengan anak yang lain. Mereka berhak dihargai, mereka berhak hidup mandiri, mereka berhak bahagia dan pastinya mereka berhak berprestasi serta membahagiakan orang tuanya. Untuk itu, bagi orang tua dianjurkan untuk memenuhi hak-hak ABK dalam segala aspek kehidupan, seperti bersosialisasi, belajar, sekolah, bermain, mengaji dan berkegiatan lain yang bertujuan memperkenalkan anak berkebutuhan khusus dengan kehidupan di luar rumah.(Laila Nisfi Mubarokah,2022).
B. Alasan Allah Menciptakan Anak Berkebutuhan Khusus
Dalam sebuah forum di India, seorang non muslim bertanya kepada Dr Zakir Naik. “Mengapa Tuhan menciptakan orang-orang yang terlahir cacat? Apakah ada ayat Al Quran atau perkataan Nabi Muhammad yang menjelaskan hal ini?” “Saudara ini mengajukan pertanyaan yang sangat bagus,” kata Dr Zakir Naik mengawali jawabannya. “Mengapa dan apa alasannya Allah menciptakan sebagian orang terlahir sebagai orang yang cacat? Alasannya dijelaskan dalam Quran Surat Al Mulk ayat 2. Artinya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk:)Dr Zakir Naik lantas menjelaskan perbedaan pandangan Islam dengan Hindu tentang orang-orang yang terlahir cacat.Meski dihadapkan dengan orang Hindu, Dr Zakir Naik tidak serta merta memaksakan pemahaman Islam kepada orang yang bertanya ini. Ia memberikan jawaban sesuai dengan keyakinan penanya ini anut. Yang ternyata jawabannya juga ada dalam Al-Quran. Dalam Hindu, ada sebuah filosofi yang disebut sanskara atau reinkarnasi.Bahwa seseorang yang mati akan terlahir kembali sebagai sosok tertentu tergantung apa yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya. Itu juga disebut sebagai karma. Jika amal perbuatannya baik, ia akan terlahir kembali dalam tingkatan makhluk yang lebih baik. Sebaliknya jika ia berbuat buruk, ia akan terlahir kembali dalam tingkatan makhluk yang lebih rendah. Tingkatan makhluk tertinggi dalam reinkarnasi adalah manusia.
C. Pengertian PPI
Program Pendidikan Individuali (PPI) atau Individualized Educational Program (IEP) diprakarsai oleh Samuel Gridley Howe pada tahun 1871. PPI merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan yang ditujukan kepada peserta didik dengan status berkebutuhan khusus, yang sebelumnya dikenal sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kemudian penyebutannya saat ini disebut sebagai Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Perbedaan karakteristik masing-masing PDBK sangat beragam sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat individual. Program Pendidikan Individual (PPI) dapat diibaratkan sebagai kontrak tertulis antara pihak orang tua peserta didik dengan pihak sekolah tentang kebutuhan peserta didik dan langkah-langkah yang akan dilakukan.
PPI meletakkan individu PDBK sebagai fokus utama tanpa melepaskan konteks situasi, kondisi, dan kekhasan atau karakteristik kebutuhan khusus mereka. Keberagaman karakterisktik PDBK menuntut satuan pendidikan memiliki ketelitian dalam penentuan setiap PDBK memerlukan/ tidak memerlukan PPI. PDBK yang tidak memerlukan dukungan/layanan khusus dalam akses kurikulum dan pembelajaran tidak memerlukan PPI, setiap PDBK yang memerlukan dukungan/layanan khusus sebagai akibat dari hambatannya, maka diperlukan PPI. Penyusunan tujuan atau Capaian Pembelajaran (CP) pada PPI dapat berasal dari CP kurikulum reguler, CP kurikulum Pendidikan Khusus, dan CP alternatif yang disusun berdasarkan kebutuhan esensial PDBK. CP altenatif dimungkinkan untuk disusun untuk memenuhi kebutuhan individu dengan status PDBK.sendiri oleh tenaga pendidik, karena CP yang dibutuhkan secara esensial tidak terdapat pada CP kurikulum reguler maupun CP kurikulum Pendidikan Khusus.
PPI idealnya dirancang oleh Multi Disciplinary Team (MDT) yang terdiri atas pihak satuan pendidikan, orang tua, dan tenaga profesional lain yang memiliki informasi dan pemahaman mengenai peserta didik dalam rangka memberikan masukan penyusunan PPI. Pada kenyataannya, terdapat kondisi di mana tim PPI hanya terdiri dari pihak satuan pendidikan dan orang tua.
D.Prinsip-prinsip PPI
Berdasarkan berbagai referensi, PPI dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar berikut.
1. PPI bertujuan menyelaraskan antara karakteristik kebutuhan khusus dan tugas perkembangan PDBK dengan kurikulum dan pembelajaran dalam upaya mengembangkan potensi mereka secara optimal.
2. PPI berpusat pada peserta didik sebagai subjek yang dinilai aktif dan mampu belajar. Penyusunan PPI didasarkan pada karakteristik kebutuhan khusus. Perkembangan dan minat peserta didik menjadi komponen penting yang dipertimbangkan dalam membuat rancangan PP.
3. Komponen PPI difokuskan pada kemajuan dan kebutuhan PDBK itu sendiri, sedangkan kurikulum digunakan sebagai ramburambu, bukan dititik beratkan sebagai target utama PPI.
4. PPI tidak hanya terbatas pada tujuan pembelajaran/kurikulum pembelajaran. Tujuan PPI juga dapat didasarkan prioritas penanganan berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Misalnya, terkait keterampilan hidup sehari-hari atau perilaku adaptif (Activity Daily Living/ADL).
5. PPI bersifat fleksibel terhadap berbagai perubahan dan kemajuan PDBK. Hasil akhir dari PPI sejatinya adalah kemandirian sehari-hari berguna bagi kehidupannya dan mampu berperilaku sesuai dengan lingkungannya (adaptif) sesuai dengan norma dan aturan sosial. 6. PPI merupakan kesepakatan bersama hasil kolaborasi antar banyak pihak (Multi Diciplinary Team/MDT), yakni kesepakatan antara pihak satuan pendidikan, orang tua, dan tenaga ahli profesional lain yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan PDBK.
E.Fungsi PPI
Fungsi PPI secara umum adalah:
1. Menjadi sarana bagi peningkatan usaha untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih efektif.
2. Meningkatkan komunikasi antar pihakpihak yang berkepentingan untuk keberhasilan peserta didik berkebutuhan khusus dalam konteks pendidikan.
Fungsi PPI bagi peserta didik adalah sebagai berikut
1. Menjamin setiap peserta didik berkebutuhan khusus memiliki program yang disesuaikan dengan kebutuhannya untuk mempertemukan karakteristik kebutuhan khusus mereka dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.
2. Mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan mereka masing-masing.
3. Mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik tanpa terhambat kondisi dan kekhususan yang mereka alami.
Fungsi PPI bagi tenaga pendidik/pihak sekolah adalah sebagai berikut:
1. Memberikan tenaga pendidik arah pengajaran sesuai dengan kekuatan, kelemahan, dan minat PDBK.
2. Meningkatkan keterampilan tenaga pendidik yang melakukan asesmen tentang karakteristik kebutuhan belajar tiap peserta didik secara spesifik.
3. Melakukan usaha mempertemukan antara kebutuhan-kebutuhan belajar spesifik peserta didik masing-masing dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa keistimewaan anak berkebutuhan khusus dalam islam merupakan anak yang lahir ke dunia dengan jutaan mimpi dan potensi yang ada dalam diri, termasuk anak-anak yang diberikan keluarbiasaan oleh Allah yang memerlukan perlindungan dan perhatian khusus dalam menjalani kehidupan. Anak berkebutuhan khusus, istilah tersebut yang akhirnya dikenal oleh masyarakat umum. Istilah tersebut mungkin tidak asing lagi di telinga kita, namun sampai saat ini masih memerlukan pemahaman mendalam tentangnya, termasuk cara berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus di tengah masyarakat dengan kondisi yang sedikit berbeda dengan anak-anak lainnya. cacatnya seseorang itu tidaklah mutlak bahwa dia tidak berguna hidup dunia. Dari setiap ciptaan Allah, ada keistimewaan yang harusnya kita ketahui sebagai manusia, sehingga kita mengetahui bahwa Allah Maha pekerkasa atas segala sesuatu yang Dia ciptakan. Program pembelajaran individual (PPI) merupakan pendekatan pembelajaran yang di sesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan gaya belajar setiap peserta didik, terutama peserta didik berkebutuhan khusus. PPI juga bertujuan untuk menimgktkan potensi dan perkembangan peserta didik secara optimal,, dengan fokus pada kemampuan dan kelemahan kompetensi yang dimiliki. Melalui PPI, Peserta didik dapat mendapatkan pelayanan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka, serta mendukung pencapaian tujuan belajar yang lebih efektif.